Sabtu, 19 Desember 2020

Deskripsi Biografi Tokoh

 Ayahku 


Hai sebelumnya perkenalkan aku Wulan Oktavidia, aku memilih tokoh inspirasi yaitu ayahku sendiri. Disini aku ingin mendeskripsikan biografi tokoh yang sangat berperan dalam hidupku. Kenapa aku menjadikan ayahku sebagai tokoh inspirasi? , karena banyak sekali pelajaran yang dapat aku ambil dari ayahku. Lelaki terbaik yang pernah aku temui dan lelaki yang paling berani. Dia seorang lelaki yang menjaga keluarganya dengan sepenuh hati. Lelaki yang sangat tegar jika dia tertimpa musibah atau masalah dia akan berusaha berdiri sendiri atau dia berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri, tanpa mengeluh.

Hampir setiap orang selalu mengagumi sosok ibu. Namun tidak denganku. Selain mengidolakan ibu, aku pun sangat mengidolakan ayahku. Bagiku, ayah adalah seorang pria idaman karena ayah adalah sosok yang sangat bertanggung jawab. Dia juga orang yang sangat kreatif, karena banyak barang-barang di dapur ibuku hasil buatan ayahku sendiri. Ayahku bernama Ali Raup, ayahku pernah bercerita tentang arti namanya itu. Dia bilang kalau Ali adalah nama yang biasa digunakan lelaki dari Bahasa islam yang mempunyai makna dan arti yang tinggi, sangat baik, mulia, dan pemimpin islam. Maka dari itu ayahku berpesan bahwa dia harus menjadi pemimpin yang tinggi didalam keluarganya. Ayahku kini sudah berusia 45 tahun, sudah mulai jelas rambut yang berwarna putih di kepalanya.  Beliau lahir di Bengkayang tanggal 23 juli 1976. Beliau adalah anak pertama dari 2 bersaudara, ayah saya memiliki adik perempuan satu-satunya yang dia sayangi.  Ayah beliau bernama Husein dan ibu beliau bernama Nafiah.

Sejak kecil beliau sudah mandiri, lulus dari SDN 1 bengkayang beliau menimba ilmu di SMPN 1 bengkayang di lain kecamatan tempat beliau tinggal, artinya beliau harus mengontrak dan tinggal sendiri. Lulus SMP beliau melanjutkan pendidikan sekolah di Singkawang, yang artinya beliau harus berpisah dengan kedua orang tuanya. Beliau tinggal bersama kakak angkatnya tinggal di Singkawang. Selama bersekolah di SMKN 1 Singkawang beliau sering mendapatkan beasiswa, beliau mendapat beasiswa selama 2 tahun berturut-turut. Setelah lulus SMA ayah saya bercita-cita ingin menjadi tentara tetapi ada masalah dibagian biaya jadinya ayah saya memutuskan untuk menjadi pedagang.

Ayahku adalah seorang pedagang swasta tepatnya sebagai pedagang sosis keliling. Minimnya penghasilan kadang sangat merepotkan kehidupan kami. Tetapi, kebutuhan rumah tangga dan biaya aku sekolah pun dapat terpenuhi. Memang tidak “wah” tetapi kami sangat bersyukur akan hal itu. Karena keadaan inilah, ayah selalu menasehati aku untuk selalu menjalankan ibadah dan selalu bersyukur apapun itu keadaannya. Sosok terhebat yang pernah ku jumpai seumur hidupku, ayah mengajarkan banyak hal yang tidak pernah kutemui di sekolah manapun, di universitas manapun. Ayahku bukan seorang sarjana tapi pemikiran nya melebihi seorang sarjana bahkan professor sekalipun, pemikiran ayah ku sungguh luar biasa. Karena seperti yang kita ketahui berprofesi sebagai pedagang keliling tidaklah mudah. Artinya ayah harus berani susah dan ikhlas untuk menjalankan seperti : kepanasan, badan pegal karena harus berkeliling, dan harus siap menerima kenyataan jika tidak ada yang membeli jualannya.

Namun, hal ini berbeda dari sosok yang satu ini, beliau adalah seorang ayah yang selalu saya jadikan contoh teladan dan penyemangat dalam hidup saya. Sebagai kepala keluarga ayah saya selalu bekerja keras demi menghidupi istri dan 2 orang anaknya. Beliau selalu bekerja keras siang dan malam untuk memberikan yang terbaik kepada keluarganya, tak luput dalam kesibukannya beliau pun sering menyempatkan waktu untuk anak-anaknya. Menanamkan prinsip-prinsip kehidupan, memberikan pesan moral untuk selalu berusaha dan berikhtiar juga dibarengi dengan doa untuk mencapai cita-cita. Beliau selalu memotivasi kami anak-anaknya untuk belajar dan menuntut ilmu setinggi mungkin, berharap anak-anaknya bisa jauh lebih baik darinya.

Ayah adalah pria sederhana, bagi mu ayah ku bukan apa-apa dan memang ayah bukan siapa-siapa. Tapi bagi ku dan keluarga ayah adalah orang yang sangat istimewa. Ayah mengajarkan ilmu yang tidak pernah aku pelajari di sekolah manapun. Ayah selalu menjadi sumber inspirasi setiap hari, ayah juga mempunyai segudang cerita yang membuatku banyak belajar dari pengalaman ayah. Ayah selalu menyuruh aku untuk bermimpi besar. Ayah pernah berkata “ jika mimpimu cukup besar maka tidak ada hal yang dapat menghambat langkahmu menggapainya”. Dulu ketika aku masih sekolah, aku ada tugas kelompok di rumah teman sampai larut malam. Ayah selalu setia menjemputku, dan setiap malam jika ada bintang ayah selalu menatap langit dan berkata “suatu hari nanti kau harus menjadi bintang, kau harus menyinari keluarga kita, kampong kita, dan bangsa ini”. Itulah harapan ayah yang selalu aku simpan dalam hati ku, aku ingin membawa terang bagi keluarga, kampong dan bangsa.

Ayahku memang tidak memberikan kami mobil dan motor ataupun kemewahan yang lain tetapi ayahku menyekolahkan kami dan memberikan ilmu kepada kami. Itu sudah lebih dari cukup. Kata ayah selalu berpesan segala kemewahan akan hilang dengan adanya musibah, tetapi ilmu walau ada musibah tak akan pernah hilang, ayah juga berkata dengan ilmu kami semua dapat menaikan harga diri kami. 

Beliau ini adalah sosok seorang ayah yang tak pernah mengeluh, beliau juga selalu meluangkan waktu untuk bisa berkumpul bersama keluarga untuk berbagi cerita dan bercanda. Bagi saya, beliau adalah harta termahal yang ada dihidup saya. Seorang ayah yang selalu sabar menghadapi sikap dan sifat kedua anaknya. Beliau juga seorang ayah yang lucu yang terkadang saya jadikan objek untuk tempat bergurau saya, karena beliau memiliki tubuh yang kurus daripada ibu saya . Ya, suasana canda tawa dalam keluarga itulah yang saya rindukan ketika telah jauh dari mereka. Ayah saya sosok yang luar biasa mempunyai sifat-sifat yang membuat saya heran dan bangga terhadap beliau. Meski beliau memiliki turunan darah tinggi dari keluarga, beliau tidak pernah memperlihatkan kemarahannya di depan anak-anaknya seperti tak mempunyai rasa capek dan mengeluh. Semua yang bisa beliau kerjakan sendiri, maka beliau tidak akan meminta bantuan orang lain meskipun itu dengan anaknya sendiri. Beliau selalu menerima apa saja makanan yang dihidangkan oleh ibu saat makan. Tambah lagi, beliau bisa menjahit jika ada pakaian beliau ataupun anaknya yang sobek maka beliau akan menjahitnya sendiri.

Namun saya terkadang merasa sangat khawatir dan kasihan dengan beliau yang terlalu bersemangat dengan semua kesibukan beliau. Karena beliau sekarang sudah semakin tua . itu artinya seharusnya beliau sudah sepantasnya tinggal duduk diam di rumah saja. Saya dan kedua saudara saya itulah yang seharusnya memenuhi kebutuhan beliau sekarang. Tetapi kami lagi berjuang menjadi anak-anak yang sukses untuk membahagiakan ayah dan ibu.

 



Silabus

 Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi ...